CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 31 Oktober 2013

Hidrosfer



GEOGRAFI | HIDROSFER

MACAM-MACAM PERAIRAN DARAT
Perairan darat dibedakan menjadi dua, yaitu air permukaan dan air tanah.
·        Air permukaan : Wilayah perairan yang terdapat dipermukaan bumi.
·        Air tanah    : Air yang terdapat di dalam tanah.

1. Air Permukaan

a. Sungai
Air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan menuju atau bermuara ke laut, danau atau sungai yang lebih besar. Arus air di bagian hulu sungai (umumnya terletak di daerah pegunungan) biasanya lebih deras dibandingkan dengan arus sungai di bagian hilir. Aliran sungai seringkali berliku-liku karena terjadinya proses pengikisan dan pengendapan di sepanjang sungai.


b. Danau
Cekungan yang merupakan genangan air yang sangat luas di daratan. Danau dapat dipandang sebagai tempat penampungan (reservoir) air tawar di darat pada ketinggian tertentu di atas permukaan laut yang bersumber dari mata air, air hujan, sungai, dan gletser.

c. Rawa
Tanah basah yang sering digenangi air karena letaknya yang relatif rendah. Rawa biasanya ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang batangnya lunak atau rumput-rumputan. Ada dua jenis rawa, yaitu rawa di daerah pedalaman yang berisi air tawar dan rawa yang disebabkan oleh pasang naik
dan pasang turun yang berisi air asin. Rawa-rawa banyak terdapat di Pantai
Sumatra bagian timur dan Pantai Kalimantan bagian selatan.
d. Gletser
Massa besar es yang terbentuk dari penimbunan salju dan bergerak menuju ke bawah akibat gravitasi bumi, sambil menguap ataupun meleleh. Timbunan salju lama kelamaan menjadi sangat tebal, sehingga akan terbentuk lapisan es di atas permukaan bumi.

2. Air Tanah
Air yang terdapat atau tersimpan di dalam tanah. Air tanah berasal dari air hujan, laut, atau magma.

SUNGAI BERDASAR SUMBER AIRNYA
a)    Sungai yang Bersumber dari Mata Air, Sungai semacam ini biasanya terdapat di daerah yang mempunyai curah hujan sepanjang tahun dan alirannya tertutup vegetasi.
b)    Sungai hujan, sumber mata airnya berasal dari hujan.
c)     Sungai gletser, airnya berasal dari salju yang mencair.
d)    Sungai campuran, sumber airnya berasal dari air hujan dan gletser.

GAMBAR LETAK LAPISAN AIR TANAH






PROSES PENCEMARAN AIR TANAH DANGKAL
Di kota-kota dan di daerah-daerah industri sering terjadi polusi pada air tanah yang disebabkan oleh sampah dan buangan limbah industri. Sampah-sampah yang padat, jika membusuk akan meresap ke dalam lapisan tanah oleh pengaruh air hujan sehingga akan mengotori air tanah di tempat-tempat yang dekat dengan sumber polusi tersebut. Air tanah yang sudah tercemar dapat dibedakan dengan air tanah yang masih murni dari warna, bau, dan rasa. Akibat polusi, air tanah dapat membahayakan bagi kehidupan manusia.

PESUNGAI PERIODIK - EPISODIK
a.      Sungai periodik (Sungai intermitent )
Yaitu sungai yang pada waktu musim hujan (Oktober-April) airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau (April-Oktober) airnya kering/ debit sama dengan nol. 
Contoh : Sungai Progo, Sungai Code, Sungai Brantas, Sungai Opak, Sungai Bengawan Solo.
b.      Sungai Episodik (Sungai Perenial)
Yaitu sungai yang pada musim kemarau airnya kering tapi tidak sama dengan nol debitnya, dan pada musim hujan airnya banyak.
Contoh : Sungai Kalada di Pulau Sumba, Sungai Kapuas di Kalimantan.
GAMBAR BAGIAN SUNGAI


a)     Bagian Hulu
·       Arusnya deras
·       Daya erosi besar
·       Arah erosinya vertikal (ke dasar sungai)
·       Palungnya sungai berbentuk V dan lerengnya curam.
·       Kadang-kadang terdapat air terjun.
·       Tidak terjadi pengendapan (sedimentasi)
·       Daerah bergunung-gunung
·       Dekat dengan mata air
·       Terdapat batu-batu besar dan runcing

b)     Bagian Tengah
·       Arus tidak begitu deras.
·       Daya erosinya mulai berkurang.
·       Arah erosi mulai ke samping (horizontal).
·       Palung sungai berbentuk U (Konkaf)
·       Mulai terjadi pengendapan (sedimentasi) karena kecepatan air berkurang
·       Kemiringan lerengnya landai.
·       Aliran sungai mulai berkelok-kelok (meander)
·       Ada batu-batu bersudut bulat, dengan ukuran lebih kecil dari di daerah hulu.

c)     Bagian Hilir
·       Arusnya tenang/ sangat lambat.
·        Daya erosi kecil dengan arah ke samping (horizontal), sehingga membuat daerah ini sangat datar.
·       Banyak terjadi pengendapan (sedimentasi)
·       Bagian muara kadang-kadang terjadi delta serta palingnya lebar.
·       Dekat dengan laut
·       Sering terjadi meander  (sungai berkelok-kelok) yaitu kelokan sungai yang mencapai 180 derajat atau lebih. Erosi ke samping (lateral) menyebabkan lembah bertambah lebar dan membentuk kelokan-kelokan. Meander terdapat di bagian tengah dan hilir aliran sungai.
·       Kadang terdapat meander yang terpotong sehingga membentuk kali mati/ danau tapal kuda (oxbow lake)
·       Ada batu kecil bersudut bulat.
·        Di bagian muara kadang terbentuk delta.

GAMBARKAN MACAM-MACAM POLA ALIRAN SUNGAI


a)     Pararel, Pola aliran yang terdapat disuatu daerah yang luas dan miring sekali. Misalnya dataran pantai (coastal plain)

b)     Rektangular, Berciri sungai induk dengan anak sungai membelok dengan sudut 90 derajat. Terdapat pada daerah yang mempunyai struktur patahan.

c)     Radial Sentrifugal (menyebar)

d)     Radial Sentripetal (memusat)

e)     Anular, Variasi dari radial patern (pola menjari) pada suatu kaldera/ kubah yang sudah dewasa, dikelilingi lapisan yang berganti (keras & lunak)

f)       Trelis, Pola aliran yang memperlihatkan letak yang pararel. Anak-anak sungainya bergabung secara tegak pada sungai pararel tadi.


g)     Dendritik, Pola aliran yang mirip cabang atau akar tanaman.



PENGERTIAN RAWA
Rawa adalah tanah basah yang sering digenangi air karena letaknya yang relatif rendah. Rawa biasanya ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang batangnya lunak atau rumput-rumputan. Ada dua jenis rawa, yaitu rawa di daerah pedalaman yang berisi air tawar dan rawa yang disebabkan oleh pasang naik dan pasang turun yang berisi air asin. Rawa-rawa banyak terdapat di Pantai Sumatra bagian timur dan Pantai Kalimantan bagian selatan.

MANFAAT DANAU
Danau mempunyai banyak kegunaan antara lain :
·        untuk pengairan lahan pertanian (irigasi)
·        pembangkit tenaga listrik
·        perikanan
·        rekreasi
·        olahraga
·        pelayaran



DANAU BUATAN

a)    Danau Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah
b)    Danau Jatiluhur, Jawa Barat
c)      Danau Kedungombo, Jawa Tengah
d)    Danau Cirata, Jawa Barat
e)     Danau Cacaban, Jawa Tengah
f)       Danau Karangkates & Solorejo, Jawa Timur


PENYEBAB KERUSAKAN DAS
a.     Penggundulan Hutan
b.     Perikanan
Cara penangkapan ikan yang salah, seperti menggunakan pukat harimau
c.       Tekhnologi dan industry
Menggunakan traktor dalam membajak, sisa bahan bakar dibuang ke sungai.
d.     Pencemaran


METODE PELESTARIAN DAS
a.     Melestarikan hutan di hulu sungai
b.     Mencegah pencemaran air
c.       Tidak membuang sampah di sungai
d.     Menyeimbangkan penggunaan lahan dengan kemampuan lahan dan kesesuaian lahan

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SANILITAS AIR
a.     Curah hujan
Laut akan mempunyai kadar garam yang rendah apabila pada wilayah tersebut tingkat curah hujanya tingi.
b.     Kadar penguapan
Penguapan tinggi, maka kadar garam tinggi pula.
c.      Banyak sedikitnya air sungai yang masuk ke laut
Semakin banyak air sungai yang masuk ke laut, maka kadar garam di laut semakin rendah
d.     Banyak sedikitnya cairan es yang masuk ke laut
Penambahan air tawar akibat pencairan es menyebabkan rendahnya kadar garam

SIFAT ARUS KUROSHIO DAN OYASHIWO
1.     Arus kuroshio (arus panas) :
Jika suhu air arus itu lebih panas daripada suhu air laut disekitarnya.
2.     Arus Oyashiwo (arus dingin) :
Jika suatu air arus itu lebih dingin daripada suhu air laut disekitarnya.
  
PENYEBAB TERJADINYA ARUS LAUT
Arus laut adalah gerakan massa air laut dalam jumlah besar dari satu titik ke titik berikutnya, baik secara horispntas maupun vertical.

Berdasarkan Sebab Terjadinya
a.     Arus kompensasi :
Arus yang terjadi karena perbedaan tinggi permukaan air laut.
b.     Arus tetap :
Terjadi karena angin tetap dan arah yang tetap.
c.       Arus setengah tahunan (arus musiman) :
Arus yang terjadi karena tiupan angin musim atau muson.
d.     Arus vertical :
Arus yang bergerak naik atau turun.


GELOMBANG LAUT DAN HAL YANG MEMPENGARUHINYA
Gelombang laut adalah gerakan naik turunya air laut yang tidak disertai perpindahan massa airnya. Gelombang laut dipengaruhi oleh :
1.     Kecepatan angin
2.     Lama angin bertiup
3.     Luas daerah tempat angin bertiup
4.     Kedalaman air laut
5.     Gempa (ex: Tsunami)

KLASIFIKASI LAUT MENURUT LETAKNYA
Berdasarkan letaknya, laut dibedakan sebagai berikut.:
1.     Laut Tepi :
Laut tepi adalah laut yang terletak di pinggir benua.
Contoh: Laut Bering yang dipisahkan oleh kepulauan Aleut, Laut Jepang yang dipisahkan Kepulauan Jepang, Laut Koral di sebelah timur Australia, dan Laut Cina Selatan yang dipisahkan oleh Kepulauan Indonesia dan Filipina.
2.     Laut Pertengahan
Laut pertengahan merupakan laut yang terletak di antara dua benua atau lebih.
Contoh: Laut Tengah, Laut Merah, dan lautlaut di Indonesia yang terletak di antara Benua Asia dan Australia.
3.     Laut Pedalaman
Laut pedalaman merupakan laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan.
Contoh: Laut Hitam, Laut Kaspia, dan Laut Mati.

KLASIFIKASI LAUT MENURUT KEDALAMANYA

Berdasarkan kedalamannya, laut dapat dibedakan atas beberapa macam, yaitu sebagai berikut:
a. Zone litoral adalah wilayah laut yang pada saat terjadinya pasang naik tertutup oleh air laut dan ketika air laut surut wilayah ini menjadi kering. Zona ini sering disebut sebagai wilayah pasang surut.
b. Zona neritik adalah wilayah laut mulai zona pasang surut sampai kedalaman 200 meter. Zona ini merupakan tempat terkonsentrasinya biota laut, terutama berbagai jenis ikan. Zona neritik sering disebut wilayah laut dangkal.
c. Zona batial adalah wilayah laut yang merupakan lereng benua yang tenggelam di dasar samudera. Kedalaman zona ini berkisar di atas 200 meter – 2000 meter.
d. Zona abisial adalah wilayah laut yang merupakan wilayah dasar samudra. Kedalamannya di atas 2000 meter, dan jenis biota yang ada pada zona ini terbatas

LAUT DI DANGKALAN SUNDA DAN DANGKALAN SAHUL
1.     Dangkalan Sunda :
Laut Jawa, Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda.
2.     Dangkalan Sahul :
Laut Arafuru

BENTANG ALAM DI DAERAH PESISIR
Wilayah bagian lahan bentang alam yang ada meliputi bagian lahan kering dan terendam air laut seperti pasang surut, gelombang, instrusi air laut.

0 komentar:

Posting Komentar